Featured Post

Recommended

Khutbah Jumat (Edisi 203) Tema : “PERGI HAJI ITU MAMPU dan MAU”

  Wafizs Al-Amin Center “Berbagi Cahaya Diatas Cahaya” Khutbah Jumat (Edisi 203) Tema  : “PERGI HAJI ITU MAMPU dan MAU” Oleh : Nur Anwa...

Khutbah Jumat (Edisi 203) Tema  :  “PERGI HAJI ITU MAMPU dan MAU”

Khutbah Jumat (Edisi 203) Tema : “PERGI HAJI ITU MAMPU dan MAU”

 

Wafizs Al-Amin Center
“Berbagi Cahaya Diatas Cahaya”
Khutbah Jumat (Edisi 203) Tema  :

“PERGI HAJI ITU MAMPU dan MAU”
Oleh : Nur Anwar Amin (adjie nung)
Alumni Universitas Al-Azhar Mesir, Alumni Pondok Pesantren Attaqwa KH.Noer Alie Bekasi dan Ketua Yayasan Wafizs Al-Amin Center Bekasi. Mohon Kirim Donasi Anda : Zakat, Infaq, sedekah & Wakaf untuk Pembangunan Asrama Yatim & Dhuafa ke No. Rek.7117.8248.23 (BSI) a.n. Yayasan Wafizs Al-Amin Center. Donasi Anda sangat membantu meringankan beban mereka.
WA : +628161191890
klik aja adjie nung di Link YouTube, Instagram & Facebook
Khutbah ini disampaikan di Masjid JAMl’ NURUL HUDA Bulak Perwira Kota Bekasi. Jumat, 24 April 2026 M/06 Dzulqo’dah 1447 H.

مَعَاشِرَ الْمُسْلِمِيْنَ رَحِمَكُمُ الله 

Musim haji sudah tiba lagi, jamaah Indonesia sudah diberangkatkan ke tanah suci kloter pertama pada 22 April 2026 bertepatan pada 4 Dzulqo’dah 1447 menuju kota Madinah. Dan setiap muslim beriman pasti sangat ingin pergi haji, ingin bertemu Baitulloh, ingin berjumpa dengan Rasulullah saw dan ingin berwukuf di Arofah sebagai puncak ibadah haji sekaligus momentum didilantiknya para tamu Allah menjadi muslim yang sempurna agamanya dan ibadah haji sudah bisa dilakukan sejak bulan syawal, dzulqo’dah dan sampai bulan dzulhijjah. Allah swt berfirman,

اَلْحَجُّ اَشْهُرٌ مَّعْلُوْمٰتٌۚ فَمَنْ فَرَضَ فِيْهِنَّ الْحَجَّ فَلَا رَفَثَ وَلَا فُسُوْقَ وَلَا جِدَالَ فِى الْحَجِّۗ وَمَا تَفْعَلُوْا مِنْ خَيْرٍ يَّعْلَمْهُ اللّٰهُۗ وَتَزَوَّدُوْا فَاِنَّ خَيْرَ الزَّادِ التَّقْوٰىۖ وَاتَّقُوْنِ يٰٓاُولِى الْاَلْبَابِ ۝١٩٧

“(Musim) haji itu (berlangsung pada) bulan-bulan yang telah dimaklumi. Siapa yang mengerjakan (ibadah) haji dalam (bulan-bulan) itu, janganlah berbuat rafaṡ, berbuat maksiat, dan bertengkar dalam (melakukan ibadah) haji. Segala kebaikan yang kamu kerjakan (pasti) Allah mengetahuinya. Berbekallah karena sesungguhnya sebaik-baik bekal adalah takwa. Bertakwalah kepada-Ku wahai orang-orang yang mempunyai akal sehat.” (QS. Al-Baqarah : 197).


Ibnu Katsir menafsirkan ayat ini bahwa para ulama berbeda pendapat dalam menentukan bulan haji. Sebagian berpendapat, bulan-bulan haji itu adalah syawal, dzulqo’dah dan sepeuluh hari pertama dari bulan dzulhijjah. Itu pula yang dikatan Ibnu Umar. Menurut pendapat yang lain, bula-bulan haji adalah syawal dzulqo’dah dan dzulhijjah secara keseluruhan yaitu pendapat Ibnu Umar, Thawus, Mujahid dan Qotadah.


Keinginan berhaji bisa terwujud ada dua hal yang harus dimiliki seseorang :

Pertama, Pergi Haji itu Mampu.

Mampu itu syarat mutlak dari Allah yang harus disiapkan bagi siapapun yang akan pergi haji. Allah swt berfirman,

وَلِلَّهِ عَلَى ٱلنَّاسِ حِجُّ ٱلْبَيْتِ مَنِ ٱسْتَطَاعَ إِلَيْهِ سَبِيلًا

“Mengerjakan haji adalah kewajiban manusia terhadap Allah, yaitu (bagi) orang yang sanggup mengadakan perjalanan ke Baitullah.” (QS. Ali Imran: 97).


Disebutkan dalam Tafsir Ibnu Jarir Ibnu ‘Abbas ra menafsirkan istithoah (mampu) itu meliputi :

(1). Sehat badan, mampu melaksanakan semua rangkaian ibadah haji, sehat fisik menjadi paling utama dan paling selektif menentukan sesorang bisa berangkat haji atau tidaknya.

(2). Bekal uang yang cukup untuk biaya perjalanan dan nafkah bagi keluarga yang ditinggalkan.

(3). Ada kendaraan tanpa ada bahaya, mampu membayar transporttasi ke tanah suci, perjalanan aman dan pemerintah membuka lebar-lebar kesempatan untuk bisa berangkat haji bahkan membantu memfasilitasi akomodasi.


Dalam tafsir Ibnu Katsir dijelaskan bahwa Allah swt mewajibkan haji kepada mereka yang mampu. Mampu karena memang dirinya mampu, ada juga mampu karena orang lain yang membantunya. Mampu disini adalah mampu dalam hal perbekalan dan mampu diperjalanan. Dari Anas bin Malik, Rasulullah saw ditanya mengenai ayat مَنِ ٱسْتَطَاعَ إِلَيْهِ سَبِيلًا “Apa yang dimaksud dengan kata سَبِيلًا disini ya Rasulullah..?”

وَعَنْ أَنَسٍ ( قَالَ: { قِيلَ يَا رَسُولَ اَللَّهِ, مَا اَلسَّبِيلُ? قَالَ: ” اَلزَّادُ وَالرَّاحِلَةُ ” } رَوَاهُ اَلدَّارَقُطْنِيُّ وَصَحَّحَهُ اَلْحَاكِمُ, وَالرَّاجِحُ إِرْسَالُهُ 

Dari Anas ra, ia berkata, “Ada yang bertanya, ‘Wahai Rasulullah, apakah sabil (jalan) itu?’ Beliau bersabda, ‘Bekal dan kendaran.’” (HR. Ad-Daruquthni).

جاء رَجُلٌ  الى النبى فَقَالَ: يَا رَسُولَ اللَّهِ، مَا يُوجِبُ الْحَجَّ؟ قَالَ: الزَّادُ وَالرَّاحِلَةُ

"Seorang laki-laki menghadap Nabi saw lalu bertanya, 'Wahai Rasulullah, perkara apa yang mewajibkan haji?' Beliau menjawab, 'tersedianya bekal dan kendaraan'" (HR. At-Tirmidzi).


Kedua, Pergi Haji itu Mau.

Banyak orang yang mampu untuk pergi haji secara materi, rumah megah, kendaraan mewah, kontrakan berbaris, tanahnya luas, penghasilan melebihi dari cukup, badan sehat, waktu tersedia dan pemerintah membuka leluasa namun ia tetap belum mau dan belum siap untuk pergi haji. Dalam kitab الفقه الاسلامى وادلنه karya Prof DR. Wahbah Az-Zuhaili dijelaskan bahwa kewajiban haji itu harus segara dilaksanakan jangan ditunda-tunda setelah terpenuhi kemampuan dan syarat-syarat lainnya, terutama menurut madzhab Imam Hanafi dan Imam Hambali, jika ia menundanya sampai bertahun-tahun, ia terhitung fasik dan kesaksiannya tidak diterima, sebab penundaannya adalah maksiat kecil. Dalil yang mereka kemukakan adalah :

وَلِلَّهِ عَلَى ٱلنَّاسِ حِجُّ ٱلْبَيْتِ مَنِ ٱسْتَطَاعَ إِلَيْهِ سَبِيلًا

“Mengerjakan haji adalah kewajiban manusia terhadap Allah, yaitu (bagi) orang yang sanggup mengadakan perjalanan ke Baitullah.” (QS. Ali Imran: 97).

وَاَتِمُّوا الْحَجَّ وَالْعُمْرَةَ لِلّٰهِۗ

“Sempurnakanlah ibadah haji dan umrah karena Allah.” (QS. Al-Baqarah  196).

Menurut mereka, perintah ini bersifat mendesak (harus segera dilakukan, tidak boleh ditinda-tunda). Mereka juga berhujjah dengan sejumlah hadits, diantara lain :

حُجُّوا قَبْلَ أَنْ لَا تَحُجُّوا

"Berhajilah kamu sebelum (datang masanya) kamu tidak dapat berhaji." (HR. Al-Hakim dan al-Baihaqi dari Ali).

تَعَجَّلُوا إِلَى الْحَجِّ - يَعْنِي الْفَرِيضَةَ - فَإِنَّ أَحَدَكُمْ لَا يَدْرِي مَا يَعْرِضُ لَهُ

"Bersegeralah menunaikan haji (maksudnya haji yang wajib/fardhu) karena sesungguhnya salah seorang dari kalian tidak mengetahui apa yang akan terjadi menghadang baginya." (HR. Ahmad dan Abul Qosim al-Ashbahani).

من لَمْ تَحْبِسْهُ حاجةٌ ظاهِرَةٌ، أوْ مَرضٌ حابِسٌ، أوْ سُلطانٌ جائِرٌ، ولمْ يَحُجَّ؛ فلْيَمُتْ إنْ شاءَ يهودِيًّا، وإنْ شاءَ نَصْرانِيًا

“Barangsiapa yang tidak terhalangi oleh kepentingan yang mendesak atau penyakit yang menahan atau penguasa yang kejam lalu ia meninggal sedangkan ia belum menunaikan ibadah haji, maka terserah ia mau mati dalam keadaanYahudi atau Nasrani“. (HR. Sa’id bin Manshur, Ahmad, Abu Ya’la dan al-Baihaqi).

مَنْ مَلَكَ زَادًا وَرَاحِلَةً تُبَلِّغُهُ إِلَى بَيْتِ اللَّهِ وَلَمْ يَحُجَّ ، فَلَا عَلَيْهِ أَنْ يَمُوتَ يَهُودِيًّا، أَوْ نَصْرَانِيًّا، وَذَلِكَ أَنَّ اللَّهَ يَقُولُ فِي كِتَابِهِ : (وَلِلَّهِ عَلَى النَّاسِ حِجُّ البَيْتِ مَنْ اسْتَطَاعَ إِلَيْهِ سَبِيلًا)

“Siapa yang sudah memiliki harta yang cukup, kendaraan yang aman yang bisa mengantarkannya ke Baitullaah, namun belum juga menunaikan Haji, maka jika dia mati, mati dalam keadaan yahudi atau nasrani. Demikian itu karena fAllah berfirman didalam al-quran,.. Mengerjakan haji adalah kewajiban manusia terhadap Allah, yaitu (bagi) orang yang sanggup mengadakan perjalanan ke Baitullah.”  (HR. At-Tirmidzi).


Dari beberapa riwayat ini menunjukkan bahwa haji harus (wajib) dilaksanakan segera, sebab Nabi saw memberikan ancaman terhadap orang yang menunda haji dari awal waktu dimana ia sanggup berangkat.

Bahkan Imam al-Baihaqi dan Ibnu Hibban yang memerintahkan untuk berhaji setiap lima tahun bagi orang yang sehat, kuat dan lapang rezekinya, jika tidak, niscaya dia tidak mendapatkan pahala dan jauh dari keridhoaan Allah swt. Dari riwayat Abu Sa’id al-Khudri, bahwa Rasulullah saw bersabda,

إِنَّ الله , عَزَّ وَجَلَّ , يَقُولُ : إِنَّ عَبْدًا أَصْحَحْتُ لَهُ جِسْمَهُ ، وَأَوْسَعْتُ عَلَيْهِ فِي الْمَعِيشَةِ تَمْضِي عَلَيْهِ خَمْسَةُ أَعْوَامٍ لاَ يَفِدُ إِلَيَّ لَمَحْرُومٌ

“Sungguh, Allaah Azaa Wa Jalla Berfirman : “Sungguh, seorang hamba yang telah Aku sehatkan badannya, Aku luaskan rezekinya, tetapi berlalu dari lima tahun dan dia tidak memenuhi undangan-Ku datang menunaukan Haji, maka sungguh dia orang yang benar-benar terhalangi dari segalanya”


مَعَاشِرَ الْمُسْلِمِيْنَ رَحِمَكُمُ الله 

Bisa jadi pergi haji jaman sekarang ini seperti hajinya Rasulullah saw yang hanya satu kali seumur hidup. Para ulama sepakat bahwa haji wajib satu kali seumur hidup, karenanya lakukanlah haji kali ini menjadi haji terbaik, haji yang paling sempurna dan berusaha keras agar meraih haji mabrur karena belum tentu bisa berulang tahun yang akan datang. Dari Abu Hurairah ra, ia berkata,

أَيُّهَا النَّاسُ قَدْ فَرَضَ اللَّهُ عَلَيْكُمُ الْحَجَّ فَحُجُّوا. فَقَالَ رَجُلٌ أَكُلَّ عَامٍ يَا رَسُولَ اللَّهِ فَسَكَتَ حَتَّى قَالَهَا ثَلاَثًا فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم لَوْ قُلْتُ نَعَمْ لَوَجَبَتْ وَلَمَا اسْتَطَعْتُمْ

“Rasulullah saw pernah berkhutbah di tengah-tengah kami. Beliau bersabda, “Wahai sekalian manusia, Allah telah mewajibkan haji bagi kalian, maka berhajilah.” Lantas ada yang bertanya, “Wahai Rasulullah, apakah setiap tahun (kami mesti berhaji)?” Beliau lantas diam, sampai orang tadi bertanya hingga tiga kali. Rasulullah saw lantas bersabda, “Seandainya aku mengatakan ‘iya’, maka tentu haji akan diwajibkan bagi kalian setiap tahun, dan belum tentu kalian sanggup.” (HR. Muslim).


Hidup pun hanya bisa dirasakan satu kali dan tidak berulang, waktu kita hidup di dunia juga hanya satu kali one way, hanya satu kali kesempatan, begitu juga pergi haji Allah beri hanya satu kali kesempatan, maka lakukan dengan berbagai amal sholeh, jangan berbuat rofast, fusuq dan jidal. Dari Abu Hurairah, ia berkata bahwa ia mendengar Nabi saw bersabda,

مَنْ حَجَّ لِلَّهِ فَلَمْ يَرْفُثْ وَلَمْ يَفْسُقْ رَجَعَ كَيَوْمِ وَلَدَتْهُ أُمُّهُ

“Siapa yang berhaji ke Ka’bah lalu tidak berkata-kata seronok dan tidak berbuat kefasikan maka dia pulang ke negerinya sebagaimana ketika dilahirkan oleh ibunya.” (HR. Bukhari).

Perbanyak istighfar selama perjalanan haji dan sering-sering istighfarkan untuk orang lain karena istighfar para tamu Allah itu akan menghapus dosa dan dosa orag diistighfarkan. Pesan Nabi saw.

يغْفِرْ لِلْحَاجِّ وَلِمَنِ اسْتَغْفَرَ لَهُ الْحَاجُّ

“Diampuni dosa orang yang berhaji dan dosa orang yang dimintakan ampunan oleh orang yang berhaji” (HR. Al-Thabrani).

بَارَكَ اللهُ لِي وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيْمِ. وَنَفَعَنِي وَاِيِّاكُمْ بما فيه مِنَ الآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ. وَتَقَبَّلْ مِنِّيْ وَمِنْكُمْ تِلاوَتَهُ اِنّهُ هُوَ السَّمِيْعُ اْلعَلِيْمُ. فَاسْتَغْفِرُوْا اِنَّهُ هُوَاْلغَفُوْرُ الرَّحِيْم

uanuan





Telah HADIR KBIHU Wafizs Al-Amin Centre (KBIHU WAC), SIIAP MEMBERANGKATKAN JAMAAH HAJI REGULER 2027/1448.
Kenapa Memilih Haji Reguler bersama KBIHU WAC, Karena KBIHU WAC Itu :
#Nyaman
#Dilayani
#Pembimbing Profesional
CP : 08161191890

7 KEUNGGULAN HAJI & UMROH bersama KBIHU Wafizs Al-Amin Centre Itu :
1. Dibimbing Langsung oleh KH. Nur Anwar Amin,Lc biasa disapa Ustadz Adjie Nung  (UAN) Pim. Wafizs Al-Amin Center Bekasi. 
2. Dapat 7 Kali Umroh saat Musim Haji dan 4 kali Umroh saat musim Umroh dengan 4 Tempat Miqot (Tan'im, Ji'ronah, Hudaibiyah & Thoif Qornul Manazil) 
3. Nyaman, Dilayani & Pembimbing Profesional
4. Fasilitas Umroh Hotel *5 & Transportasi Bis Full Wifi
5. Sholat Qiamullail Berjamaah & Khotmul Qur'an
6. Bermalam 1 Malam Untuk Paket Umroh di Hotel Jeddah Sebelum go to Makkah
7. Jamaah Wanita Dibimbing Langsung Pembimbing Wanita oleh Usth Hj. Uswatun Hasanah, S.Pd. I



YUUUK TUNAIKAN ZAKAT
"Sucikan Harta, Bahagiakan Dhuafa"
UPZ BAZNAS Wafizs Al-Amin Centre Menerima & Menyalurkan : 
Wakaf, Infaq, Zakat dan Sedekah
#Melalui Transfer Ke Rekening :
BSI : 711 7824 823
Mandiri : 156 00 1497 0331
BNI : 0814 1068 54
a.n. Yayasan Wafizs Al-Amin Center. 
Contact UPZ Wafizs Al-Amin Center WA :
0857-7814-1993
08161191890



UMROH AWAL MUSIM 1447/2026
Wafizs Al-Amin Centre Bekasi

KEUNGGULANNYA :
 3 Kali Manasik
4 Kali Umroh Dengan 4 Tempat Miqot
 Free Perlengkapan
Free Bermalam Di Hotel TRIDENT Jeddah. 

KEBERANGKATAN  :
05 JULI 2026
 Pukul 14.00 Pelepasan Di Yayasan Wafizs Al-Amin Center & Sholat Ashar Berjamaah
 Pukul 19.00 Kumpul di Bandara Soekarno Hatta (Lounge @Zukafia) 
Pukul 00.40 Take Off to Jeddah 
 Pukul 06.40 Tiba di Bandara King Abdul Azis Jeddah. 

KEPULANGAN  :
14 JULI  2026
Pukul 09.00 wib Tiba di Bandara Soekarno Hatta

#Follow US :
________
Media Sosial Yayasan Wafizs Al-Amin Center

Instagram : wafizscenter & @adjienung
Facebook  : Wafizs Al-Amin Centre & Adjie Nung 
Youtube     : Wafizs Center & Nur Anwar Amin
Tiktok        : @kbihu_wac & @adjienung

Informasi Pendaftaran Haji dan Umroh WA : 085778141993 - 08161191890 - 081584282565

Wafizs Al-Amin Centre 
“Berbagi Cahaya Di Atas Cahaya”

KABAR GEMBIRA...
Bagi Anda Yang Ingin BERANGKAT HAJI REGULER di Tahun 2027
SILAHKAN BERGABUNG....
Bimbingan Manasik Reguler
Dibimbing Langsung Oleh : Ustadz KH. Nur Anwar Amin,Lc Pim. Yayasan Wafizs Al-Amin Center

Bisa BERGABUNG Bagi Anda Yang :
- Porsi Hajinya di tahun 2027
- Porsi Haji Kabupaten & Kota Bekasi
- Porsi Haji Mandiri
- Belum terdaftar di KBIHU Manapun
- Sudah terdaftar di KBIHU namun ingin Bimbingan Manasik Haji
- Rencana mau BADAL HAJI
- Rencana Mau Ibadah Umroh

JOIN US :
> Pembimbing Profesional
> Info Haji Terupdate
> Pelayanan Nyaman & Dilayani
> Lengkap Teori, Praktik Haji & Umroh & Senam Sehat
WA : 08161191890


YUUUK TUNAIKAN ZAKAT
"Sucikan Harta, Bahagiakan Dhuafa"
UPZ BAZNAS Wafizs Al-Amin Centre Menerima & Menyalurkan : 
Wakaf, Infaq, Zakat dan Sedekah
#Melalui Transfer Ke Rekening :
BSI : 711 7824 823
Mandiri : 156 00 1497 0331
BNI : 0814 1068 54
a.n. Yayasan Wafizs Al-Amin Center. 
Contact UPZ Wafizs Al-Amin Center WA :
08161191890

#Follow US :
________
Media Sosial Yayasan Wafizs Al-Amin Center

Instagram : wafizscenter & @adjienung
Facebook  : Wafizs Al-Amin Centre & Adjie Nung 
Youtube     : Wafizs Center & Nur Anwar Amin
Tiktok        : @kbihu_wac & @adjienung

Informasi Pendaftaran Haji dan Umroh WA : 08161191890 

Wafizs Al-Amin Centre 
“Berbagi Cahaya Di Atas Cahaya”
















 



Khutbah Jumat (Edisi 202) Tema  :  “7 AMAL JARIYAH (PAHALANYA MENGALIR)”

Khutbah Jumat (Edisi 202) Tema : “7 AMAL JARIYAH (PAHALANYA MENGALIR)”

 

Wafizs Al-Amin Center
“Berbagi Cahaya Diatas Cahaya”
Khutbah Jumat (Edisi 202) Tema  :

“7 AMAL JARIYAH (PAHALANYA MENGALIR)”
Oleh : Nur Anwar Amin (adjie nung)
Alumni Universitas Al-Azhar Mesir, Alumni Pondok Pesantren Attaqwa KH.Noer Alie Bekasi dan Ketua Yayasan Wafizs Al-Amin Center Bekasi. Mohon Kirim Donasi Anda : Zakat, Infaq, sedekah & Wakaf untuk Pembangunan Asrama Yatim & Dhuafa ke No. Rek.7117.8248.23 (BSI) a.n. Yayasan Wafizs Al-Amin Center. Donasi Anda sangat membantu meringankan beban mereka.
WA : +628161191890
klik aja adjie nung di Link YouTube, Instagram & Facebook
Khutbah ini disampaikan di Masjid JAMl’ AL-ITTIHAD Penggilingan Tengah, Kebalen Babelan Bekasi. Jumat, 17 April 2026 M/28 Syawal 1447 H.

مَعَاشِرَ الْمُسْلِمِيْنَ رَحِمَكُمُ الله 

Allah swt ciptakan hidup dan mati, selama kita hidup di dunia ini adalah tempat mempersiapkan amal sholeh untuk kehidupan akhirat. Selezat apapun dunia ini hanya sesaat, kesenangan sebentar, akan sirna, hilang dan semua ditinggalkan. Sebuah atsar menyebutkan, 

الدُّنْيَا مَزْرَعَةُ الْآخِرَةِ، وَكُلُّ مَا خُلِقَ فِي الدُّنْيَا فَيُمْكِنُ أَنْ يُتَزَوَّدَ مِنْهُ لِلْآخِرَةِ

“Dunia adalah ladang akhirat. Maka setiap yang diciptakan Allah di dunia, bisa untuk dijadikan bekal menuju akhirat.”


Banyak orang memburu dunia, pergi gelap, pulang gelap, waktunya 24 jam seakan tidak cukup untuk mengejar dunia, lupa dengan akhirat, seharusnya dunia akhirat tidak boleh dipisahkan karena keduanya merupakan hidup yang berkelanjutan.


Kita lupa, setelah kita tinggalkan dunia ini, kita akan hidup di alam akhirat dan tidak akan bisa kembali lagi ke dunia, akhirat adalah negeri pembalasan yang kekal abadi dan kehidupan yang hakiki, di mana tidak ada lagi ujian melainkan balasan atas perbuatan di dunia. Akhirat adalah tujuan akhir yang sesungguhnya, kenikmatan didalamnya tidak terbatas dan tidak pernah berhenti, akhirat itu jauh lebih baik daripada kehidupan dunia.

وَالْاٰخِرَةُ خَيْرٌ وَّاَبْقٰىۗ ۝١٧

“Kehidupan akhirat itu lebih baik dan lebih kekal.” (QS. Al-A'la : 17).

فَمَنْ ثَقُلَتْ مَوَازِينُهُ فَأُولَٰئِكَ هُمُ الْمُفْلِحُونَ وَمَنْ خَفَّتْ مَوَازِينُهُ فَأُولَٰئِكَ الَّذِينَ خَسِرُوا أَنْفُسَهُمْ فِي جَهَنَّمَ خَالِدُونَ تَلْفَحُ وُجُوهَهُمُ النَّارُ وَهُمْ فِيهَا كَالِحُونَ

“Barang siapa yang berat timbangan (kebaikan)nya, maka mereka itulah orang-orang yang beruntung. Dan barang siapa yang ringan timbangan (kebaikan)nya, maka mereka itulah orang-orang yang merugikan dirinya sendiri, mereka kekal di dalam neraka Jahannam. Muka mereka dibakar api neraka, dan mereka di dalam neraka itu dalam keadaan cacat.” (QS. al-Mukminun : 102-104).


Carilah amal sholeh yang pahalanya terus mengalir meski jasad sudah berada di alam kubur dan ciri-ciri orang yang mati dalam keadaan husnul khotimah adalah saat ia tinggalkan dunia ini masih memiliki pahala yang terus mengalir untuknya. Disebutkan dalam kitab At-Targhib wat Tarhib karya Al-Mundziri, terdapat tujuh amal jariyah yang pahalanya akan tetap mengalir walaupun ia sudah wafat.

عَنْ أَنَسٍ رَ ضِيَ اللهُ عَنْهُ قَالَ قَالَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلّمَ : سَبْعٌ يَجْرِي لِلْعَبْدِ أَجْرُهُنَّ وَهُوَ فِي قَبْرِهِ بَعْدَ مَوْتِهِ : مَنْ عَلَّمَ عِلْمًا أَوْ أَجْرَى نَهْرًا أَوْ حَفَرَ بِئْرًا أَوْ غَرَسَ نَخْلاً أَوْ بَنَى مَسْجِدًا أَوْ وَرَّثَ مُصْحَفًا أَوْ تَرَكَ وَلَدًا يَسْتَغْفِرُ لَهُ بَعْدَ مَوْتِهِ

Dari Anas ra, Rasulullah saw bersabda, ‘Ada tujuh hal yang pahalanya akan tetap mengalir bagi seorang hamba padahal dia sudah terbaring dalam kuburnya setelah wafatnya (yaitu) : (1). Orang yang yang mengajarkan suatu ilmu, (2). Mengalirkan sungai, (3). Menggali sumur, (4). Menanamkan kurma, (5). Membangun masjid, (6). mewariskan mushaf atau (7). Meninggalkan anak yang memohonkan ampun untuknya setelah dia meninggal.” (HR. Al-Bazzar, Abu Nu’aim, dan Al-Baihaqi).


Pertama, مَنْ عَلَّمَ عِلْمًا (Orang yang Mengajarkan Ilmu).

Orang yang mengajarkan ilmu atau menjadi seorang guru, baik guru dalam ilmu agama maupun ilmu dunia memiliki keutamaan begitu besar. Dari Sahl bin Mu’adz bin Anas, dari bapaknya ra, Nabi saw bersabda,

مَنْ عَلَّمَ عِلْمًا فَلَهُ أَجْرُ مَنْ عَمِلَ بِهِ لاَ يَنْقُصُ مِنْ أَجْرِ الْعَامِلِ

“Siapa yang mengajarkan ilmu, maka baginya pahala dari orang yang mengamalkan ilmu yang ia ajarkan, tidak mengurangi pahala yang mengamalkan sedikit pun juga.” (HR. Ibnu Majah).

Dari Abu Hurairah, Rasulullah sawbersabda,

مَنْ سَنَّ فِى الإِسْلاَمِ سُنَّةً حَسَنَةً فَعُمِلَ بِهَا بَعْدَهُ كُتِبَ لَهُ مِثْلُ أَجْرِ مَنْ عَمِلَ بِهَا وَلاَ يَنْقُصُ مِنْ أُجُورِهِمْ شَىْءٌ وَمَنْ سَنَّ فِى الإِسْلاَمِ سُنَّةً سَيِّئَةً فَعُمِلَ بِهَا بَعْدَهُ كُتِبَ عَلَيْهِ مِثْلُ وِزْرِ مَنْ عَمِلَ بِهَا وَلاَ يَنْقُصُ مِنْ أَوْزَارِهِمْ شَىْءٌ

“Barangsiapa menjadi pelopor suatu amalan kebaikan lalu diamalkan oleh orang sesudahnya, maka akan dicatat baginya ganjaran semisal ganjaran orang yang mengikutinya dan sedikitpun tidak akan mengurangi ganjaran yang mereka peroleh. Sebaliknya, barangsiapa menjadi pelopor suatu amalan kejelekan lalu diamalkan oleh orang sesudahnya, maka akan dicatat baginya dosa semisal dosa orang yang mengikutinya, tanpa mengurangi dosanya sedikit pun.” (HR. Muslim).


Allah  swt akan memudahkan baginya jalan ke surga pada hari kiamat ketika melewati “shirath” dan dimudahkan dari berbagai ketakutan yang ada sebelum dan sesudahnya. Rasulullah saw bersabda,

مَنْ سَلَكَ طَرِيْقًا يَطْلُبُ فِيْهِ عِلْمًا سَلَكَ اللهُ بِهِ طَرِيْقًا إِلَى الْـجَنَّةِ وَإِنَّ الْـمَلاَئِكَةَ لَتَضَعُ أَجْنِحَتَهَا رِضًا لِطَالِبِ الْعِلْمِ وَإِنَّهُ لَيَسْتَغْفِرُ لِلْعَالِـمِ مَنْ فِى السَّمَاءِ وَاْلأَرْضِ حَتَّى الْـحِيْتَانُ فِى الْـمَاءِ وَفَضْلُ الْعَالِـمِ عَلَى الْعَابِدِ كَفَضْلِ الْقَمَرِ عَلَى سَائِرِ الْكَوَاكِبِ. إِنَّ الْعُلَمَاءَ هُمْ وَرَثَةُ اْلأَنْبِيَاءِ لَـمْ يَرِثُوا دِيْنَارًا وَلاَ دِرْهَمًا وَإِنَّمَا وَرَثُوا الْعِلْمَ فَمَنْ أَخَذَهُ أَخَذَ بِحَظٍّ وَافِرٍ.

“Barangsiapa yang berjalan menuntut ilmu, maka Allah mudahkan jalannya menuju Surga. Sesungguhnya Malaikat akan meletakkan sayapnya untuk orang yang menuntut ilmu karena ridha dengan apa yang mereka lakukan. Dan sesungguhnya seorang yang mengajarkan kebaikan akan dimohonkan ampun oleh makhluk yang ada di langit maupun di bumi hingga ikan yang berada di air. Sesungguhnya keutamaan orang ‘alim atas ahli ibadah seperti keutamaan bulan atas seluruh bintang. Sesungguhnya para ulama itu pewaris para Nabi. Dan sesungguhnya para Nabi tidak mewariskan dinar tidak juga dirham, yang mereka wariskan hanyalah ilmu. Dan barangsiapa yang mengambil ilmu itu, maka sungguh, ia telah mendapatkan bagian yang paling banyak.” (HR.  Ahmad, Abu Dawud), at-Tirmidzi, Ibnu Majah dan Ibnu Hibban).


Kedua, مَنْ أَجْرَى نَهْرًا (Orang yang Mengalirkan Sungai).

Siapa saja yang mampu mengalirkan air berjalan lancar, baik untuk minum, mandi, cuci, pengairan sawah-sawah ataupun parit-parit, solokan dan got-got kecil perumahan yang sering macet, tersumbat aliran airnnya sehingga dapat mengalir dengan baik, itu termasuk berpahala besar dan pahalanya akan terus mengalir sebanyak mengalirnya air yang diperbaikinya. Jangan pernah malas untuk berbuat kebaikan seperti ini, banyak yang diselamatkan dengan sebab lancarnya pengairan sungai.


Ketiga, مَنْ حَفَرَ بِئْرًا  (Orang yang Menggali Sumur).

Meraih pahala yang terus mengalir tidak perlu biaya dan energi mahal, cukup menggali sumur dan airnya di wakafkan atau dihadiahkan untuk orang-orang yang membutuhkan, itu pahalanya sangat besar, termasuk bisa mewakafkan mesin pompa air atau membiaya penggalian sumur, jangankan untuk kebutuhan manusia, binatang sekalipun tetap berpahala. Dari Abu Hurairah ra, Nabi saw bersabda :

بَيْنَمَا رَجُلٌ يَمْشِي بِطَرِيقٍ اشْتَدَّ عَلَيْهِ الْعَطَشُ فَوَجَدَ بِئْرًا فَنَزَلَ فِيهَا فَشَرِبَ ثُمَّ خَرَجَ فَإِذَا كَلْبٌ يَلْهَثُ يَأْكُلُ الثَّرَى مِنْ الْعَطَشِ فَقَالَ الرَّجُلُ لَقَدْ بَلَغَ هَذَا الْكَلْبَ مِنْ الْعَطَشِ مِثْلُ الَّذِي كَانَ بَلَغَ بِي فَنَزَلَ الْبِئْرَ فَمَلَأَ خُفَّهُ مَاءً فَسَقَى الْكَلْبَ فَشَكَرَ اللَّهُ لَهُ فَغَفَرَ لَهُ قَالُوا يَا رَسُولَ اللَّهِ وَإِنَّ لَنَا فِي الْبَهَائِمِ أَجْرًا فَقَالَ نَعَمْ فِي كُلِّ ذَاتِ كَبِدٍ رَطْبَةٍ أَجْرٌ

“Suatu ketika ada seorang lelaki yang menahan dahaga yang teramat berat berjalan di jalan, lalu dia menemukan sumur. Dia turun ke sumur itu lalu meminum kemudian keluar. Sekonyong-konyong dia mendapati seekor anjing terengah menjulurkan lidahnya menjilat tanah karena saking hausnya. (Melihat pemandangan ini,) lelaki itu mengatakan, ‘Anjing ini telah dahaga yang sama dengan yang aku rasakan.’ Lalu dia turun ke sumur itu dan memenuhi sepatunya dengan air lalu diminumkan ke anjing tersebut. Maka (dengan perbuatannya itu) Allah swt bersyukur untuknya dan memberikan maghfirah (ampunan)-Nya.  Para shahabat bertanya, “Apakah kita bisa mendapatkan pahala dalam (pemeliharaan) binatang ?” Rasulullah saw menjawab, “Ya, pada setiap nyawa itu ada pahala.” (HR. Bukhori Muslim).


Keempat, مَنْ غَرَسَ نَخْلاً  (Orang yang Menanamkan Kurma).

Menanam pohon merupakan amal jariyah, pahala yang terus mengalir selama pohon itu bermanfaat, bahkan setelah penanamnya wafat, hasilnya yang dimakan manusia, burung, hewan ternak atau dicuri orang dihitung sebagai sedekah, pahalanya terus mengalir sampai hari kiamat, nilai pahala seukuran buah yang dihasilkan oleh pohon tersebut, karena pohon itu memberi manfaat, dapat membersihkan udara, menyerap karbondioksida, memberi keteduhan atau mengeluarkan oksigen yang dibutuhkan untuk manusia. Rasulullah saw bersabda,

 لاَ يَغْرِسُ مُسْلِمٌ غَرْسًا وَلَا يَزْرَعُ زَرْعًا فَيَأْكُلَ مِنْهُ إِنْسَانٌ وَلَادَابَّةٌ وَلَا شَيْءٌ إِلاَّ كَانَ لَهُ صَدَقَةٌ 

“Tiada seorang Muslim yang menanam pohon atau tumbuhan lalu dimakan oleh seseorang, hewan ternak, atau apapun itu, melainkan ia akan bernilai sedekah bagi penanamnya.” (HR Muslim). 

Dalam riwayat lain, Nabi bersabda:

 مَا مِنْ مُسْلِمٍ يَغْرِسُ غَرْسًا أَوْ يَزْرَعُ زَرْعًا فَيَأْكُلَ مِنْهُ طَيرٌ أَوْ إِنْسَانٌ إِلاَّ كَانَ لَهُ صَدَقَةٌ

“Tiada seorang Muslim yang menanam pohon atau menebar bibit tanaman, lalu dimakan oleh burung atau manusia, melainkan ia akan bernilai sedekah bagi penanamnya.” (HR Bukhari).


Kelima, مَنْ بَنَى مَسْجِدًا  (Orang yang Membangun Masjid).

Membangun masjid adalah investasi pahala yang sangat besar, walau hanya menyumbang satu batu bata semua tercatat rapih disisi Allah swt dan berpahala yang terus mengalir, apa saja sesuai dengan kemapuan kita untuk membangun rumah Allah ini pasti berpaha bahkan dibangunkan rumah di surga. Dari Jabir bin ‘Abdillah ra, Rasulullah saw bersabda,

مَنْ بَنَى مَسْجِدًا لِلَّهِ كَمَفْحَصِ قَطَاةٍ أَوْ أَصْغَرَ بَنَى اللَّهُ لَهُ بَيْتًا فِى الْجَنَّةِ

“Siapa yang membangun masjid karena Allah walaupun hanya selubang tempat burung bertelur atau lebih kecil, maka Allah bangunkan baginya (rumah) seperti itu pula di surga.” (HR. Ibnu Majah).

Utsman bin Affan membawakan sabda Nabi saw,

مَنْ بَنَى مَسْجِدًا لِلَّهِ بَنَى اللَّهُ لَهُ فِى الْجَنَّةِ مِثْلَهُ

“Siapa yang membangun masjid karena Allah, maka Allah akan membangun baginya semisal itu di surga.” (HR. Bukhari Muslim).

Semakin besar amal jariyah yang dikeluarkan untuk pembangunan masjid maka semakin besar pula yang didapatkan balasannya di akhirat kelak, sekecil itu yang kita mampu untuk pembangunan masjid maka sekecil itu pula balasan yang Allah berikan, karena itu, curahkan apa yang kita mampu, jika mampu materi berilah yang terbaik, jika tidak mampu materi, berilah dengan tenaga, jika pun tenaga tidak bisa, bantulah dengan doa agar Allah kirim para donatur atau muhsinin yang dapat membantunya. Allah swt berfirman,

فَمَنْ يَعْمَلْ مِثْقَالَ ذَرَّةٍ خَيْرًا يَرَهُ

“Barangsiapa yang mengerjakan kebaikan seberat dzarrah pun, niscaya dia akan melihat (balasan)nya” (QS. Al Zalzalah : 7).


Pembangunan masjid yang dilakukan secara kolektif (iuran bersama), siapa pun yang berkontribusi atas berdirinya bangunan masjid, ia akan mendapatkan keutamaan dibangunkan rumah di surga. Syekh Habib Abdurrahman bin Muhammad al-Masyhur menerangkan :

لَوِاشْتَرَكَ جَمَاعَةٌ فِي بِنَاءِ مَسْجِدٍ بُنِيَ لِكُلٍّ مِنْهُمْ بَيْتٌ فِي الْجَنَّةِ كَمَا لَوْ أَعْتَقَ جَمَاعَةٌ عَبْداً فَإِنَّ كلُاًّ يَعْتِقُ مِنَ النَّارِ.

“Jika ada sekelompok orang berserikat dalam membangun masjid, maka kelak masing-masing dari mereka mendapatkan istana di surga sebagaimana sebuah komunitas bekerja sama memerdekakan hamba, maka masing-masing terbebas dari neraka”


Jangankan sampai mampu membangun masjid, si tukang pembersih masjid saja Nabi saw sangat sanjung pekerjaan itu. Rasulullah saw pernah menanyakan kepada para sahabatnya tentang seorang wanita atau seorang pemuda yang biasa membersihkan masjid.

أنَّ امْرَأَةً سَوْدَاءَ كَانَتْ تَقُمُّ المَسْجِدَ، أَوْ شَابًّا، فَفَقَدَهَا رَسولُ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عليه وَسَلَّمَ، فَسَأَلَ عَنْهَا، أَوْ عنْه، فَقالوا: مَاتَ، قالَ: أَفلا كُنْتُمْ آذَنْتُمُونِي قالَ: فَكَأنَّهُمْ صَغَّرُوا أَمْرَهَا، أَوْ أَمْرَهُ، فَقالَ: دُلُّونِي علَى قَبْرِهِ فَدَلُّوهُ، فَصَلَّى عَلَيْهَا، ثُمَّ قالَ: إنَّ هذِه القُبُورَ مَمْلُوءَةٌ ظُلْمَةً علَى أَهْلِهَا، وإنَّ اللَّهَ عَزَّ وَجَلَّ يُنَوِّرُهَا لهمْ بصَلَاتي عليهم.

"Sesungguhnya ada seorang wanita berkulit hitam, ia menghidupkan masjid, atau seorang pemuda. Nabi saw tidak melihatnya, maka beliau bertanya kepada para sahabat. Para sahabat menginformasikan bahwa ia telah wafat. Nabi bersabda: Kenapa kalian tidak memberitahuku. Tampaknya para sahabat menganggap kecil atau menyepelekan pekerjaan perempuan atau pemuda itu. Maka Nabi bersabda : Tunjukkanlah kepadaku di mana kuburannya. Maka para sahabat menunjukinya, maka Nabi pun menyolatkannya di kuburan itu. Nabi bersabda : Sesungguhnya kuburan ini tempat yang penuh kegelapan, dan sesungguhnya Allah saw akan menerangi kuburan itu dengan shalat/doaku untuk mereka". (HR. Muslim).


Istimewanya masjid sehingga siapapun yang berkaitan dengan masjid sekalipun ia tukang gelar tikar masjid mendapatkan do’a dari Malaikat, sabda Rasul saw,

وَقَالَ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: {مَنْ بَسَطَ حَصِيرا في المَسْجِدِ لَمْ تَزَلِ المَلاَئِكَةُ تَسْتَغْفِرُ لَهُ مَا دَامَ ذالك الحَصِيرُ في المَسْجِدِ}.

Nabi saw. bersabda, “Siapa yang membentangkan tikar di dalam masjid, maka malaikat akan selalu memintakan ampunan untuknya selama tikar itu di dalam masjid.” (HR. Imam As-Suyuthi dalam Kita Lubabul Hadits).


Keenam, مَنْ وَرَّثَ مُصْحَفًا  (Orang yang Mewariskan Mushaf al-quran).

Mewariskan atau mewakafkan mushaf Al-Qur'an termasuk amal jariyah yang pahalanya terus mengalir meskipun orang itu telah meninggal dunia, selama mushaf Al-Qur'an tersebut masih dibaca dan dimanfaatkan oleh orang lain, pahala akan terus mengalir kepada pewarisnya, pahala yang didapat dari setiap huruf yang dibaca oleh orang yang menggunakan mushaf tersebut, satu huruf bernilai 10 kebaikan. Mewariskan mushaf, bisa dilakukan di tempat-tempat yang membutuhkan seperti masjid atau rumah tahfidz dan itu bentuk "perdagangan yang tidak pernah merugi". Allah swt berfirman,

اِنَّ الَّذِيْنَ يَتْلُوْنَ كِتٰبَ اللّٰهِ وَاَقَامُوا الصَّلٰوةَ وَاَنْفَقُوْا مِمَّا رَزَقْنٰهُمْ سِرًّا وَّعَلَانِيَةً يَّرْجُوْنَ تِجَارَةً لَّنْ تَبُوْرَۙ ۝٢٩

“Sesungguhnya orang-orang yang selalu membaca Kitab Allah (Al-Qur’an), menegakkan salat, dan menginfakkan sebagian rezeki yang Kami anugerahkan kepadanya secara sembunyi-sembunyi dan terang-terangan, mereka itu mengharapkan perdagangan yang tidak akan pernah.” (QS. Fathir : 29).


Ketujuh, مَنْ تَرَكَ وَلَدًا يَسْتَغْفِرُ لَهُ بَعْدَ مَوْتِهِ (Orang yang Meninggalkan anak yang memohonkan ampun untuknya setelah dia meninggal).

Mengirim istighfar (permohonan ampun) dari anak yang sholeh merupakan amalan yang sangat bermanfaat dan sampai kepada orang tua yang telah meninggal dunia, bahkan dapat mengangkat derajat mereka di surga meskipun amal sang anak tidak seberapa besar. Ini adalah bagian dari bakti setelah orang tuanya tiada. Doa anak sholeh adalah amalan yang tidak terputus bagi mayit. Dari Abu Hurairah ra, Rasulullah saw bersabda,

إِذَا مَاتَ الْإِنْسَانُ انْقَطَعَ عَمَلُهُ إِلَّا مِنْ ثَلَاثَةٍ مِنْ صَدَقَةٍ جَارِيَةٍ وَعِلْمٍ يُنْتَفَعُ بِهِ وَوَلَدٍ صَالِحٍ يَدْعُو لَهُ

“Jika seseorang meninggal dunia, maka terputuslah amalannya kecuali tiga perkara (yaitu): sedekah jariyah, ilmu yang dimanfaatkan, atau do’a anak yang sholeh” (HR. Muslim).


Bahkan cara berbakti pada orang tua meski mereka telah meninggal dunia diajarkan baginda Rasul saw karena berbakti itu tidak mesti orang tua masih hidup saja terlebih saat mereka sudah berada di alam kubur, yang dinanti mereka itu doa dan sedekah. Dari Abu Usaid Malik bin Rabi’ah As-Sa’idi, ia berkata,

بَيْنَا نَحْنُ عِنْدَ رَسُولِ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- إِذَا جَاءَهُ رَجُلٌ مِنْ بَنِى سَلِمَةَ فَقَالَ يَا رَسُولَ اللَّهِ هَلْ بَقِىَ مِنْ بِرِّ أَبَوَىَّ شَىْءٌ أَبَرُّهُمَا بِهِ بَعْدَ مَوْتِهِمَا قَالَ « نَعَمِ الصَّلاَةُ عَلَيْهِمَا وَالاِسْتِغْفَارُ لَهُمَا وَإِنْفَاذُ عَهْدِهِمَا مِنْ بَعْدِهِمَا وَصِلَةُ الرَّحِمِ الَّتِى لاَ تُوصَلُ إِلاَّ بِهِمَا وَإِكْرَامُ صَدِيقِهِمَا ».

“Suatu saat kami pernah berada di sisi Rasulullah saw, ketika itu ada datang seseorang dari Bani Salimah, ia berkata, “Wahai Rasulullah, apakah masih ada bentuk berbakti kepada kedua orang tuaku ketika mereka telah meninggal dunia?” Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab, “Iya (masih tetap ada bentuk berbakti pada keduanya). (Bentuknya adalah) mendo’akan keduanya, meminta ampun untuk keduanya, memenuhi janji mereka setelah meninggal dunia, menjalin hubungan silaturahim (kekerabatan) dengan keluarga kedua orang tua yang tidak pernah terjalin dan memuliakan teman dekat keduanya.” (HR. Abu Daud dan Ibnu Majah).

Setidaknya tiap hari kirimi fateha dan doa untuk orang tua yang sudah meninggal dunia, diantara doanya :

رَبِّ اغْفِرْ لِي وَلِوَالِدَيَّ وَارْحَمْهُمَا كَمَا رَبَّيَانِي صَغِيرًا

“Ya Tuhanku, ampunilah aku dan kedua orang tuaku, dan kasihanilah mereka sebagaimana mereka mengasihiku di waktu kecil.”

رَبَّنَا اغْفِرْ لِي وَلِوَالِدَيَّ وَلِلْمُؤْمِنِينَ يَوْمَ يَقُومُ الْحِسَابُ

“Ya Allah, Rabb kami, beri ampunlah aku dan kedua ibu bapaku dan sekalian orang-orang mukmin pada hari terjadinya hisab (hari kiamat).” (QS. Ibrahim: 41)

اللَّهُمَّ اغْفِرْ لَهُ وَارْحَمْهُ وَعَافِهِ وَاعْفُ عَنْهُ

“Ya Allah, ampunilah dan rahmatilah, bebaskanlah, lepaskanlah kedua orang tuaku.”

مَعَاشِرَ الْمُسْلِمِيْنَ رَحِمَكُمُ الله 

بَارَكَ اللهُ لِي وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيْمِ. وَنَفَعَنِي وَاِيِّاكُمْ بما فيه مِنَ الآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ. وَتَقَبَّلْ مِنِّيْ وَمِنْكُمْ تِلاوَتَهُ اِنّهُ هُوَ السَّمِيْعُ اْلعَلِيْمُ. فَاسْتَغْفِرُوْا اِنَّهُ هُوَاْلغَفُوْرُ الرَّحِيْم

uanuan








Telah HADIR KBIHU Wafizs Al-Amin Centre (KBIHU WAC), SIIAP MEMBERANGKATKAN JAMAAH HAJI REGULER 2027/1448.
Kenapa Memilih Haji Reguler bersama KBIHU WAC, Karena KBIHU WAC Itu :
#Nyaman
#Dilayani
#Pembimbing Profesional
CP : 08161191890

7 KEUNGGULAN HAJI & UMROH bersama KBIHU Wafizs Al-Amin Centre Itu :
1. Dibimbing Langsung oleh KH. Nur Anwar Amin,Lc biasa disapa Ustadz Adjie Nung  (UAN) Pim. Wafizs Al-Amin Center Bekasi. 
2. Dapat 7 Kali Umroh saat Musim Haji dan 4 kali Umroh saat musim Umroh dengan 4 Tempat Miqot (Tan'im, Ji'ronah, Hudaibiyah & Thoif Qornul Manazil) 
3. Nyaman, Dilayani & Pembimbing Profesional
4. Fasilitas Umroh Hotel *5 & Transportasi Bis Full Wifi
5. Sholat Qiamullail Berjamaah & Khotmul Qur'an
6. Bermalam 1 Malam Untuk Paket Umroh di Hotel Jeddah Sebelum go to Makkah
7. Jamaah Wanita Dibimbing Langsung Pembimbing Wanita oleh Usth Hj. Uswatun Hasanah, S.Pd. I



YUUUK TUNAIKAN ZAKAT
"Sucikan Harta, Bahagiakan Dhuafa"
UPZ BAZNAS Wafizs Al-Amin Centre Menerima & Menyalurkan : 
Wakaf, Infaq, Zakat dan Sedekah
#Melalui Transfer Ke Rekening :
BSI : 711 7824 823
Mandiri : 156 00 1497 0331
BNI : 0814 1068 54
a.n. Yayasan Wafizs Al-Amin Center. 
Contact UPZ Wafizs Al-Amin Center WA :
0857-7814-1993
08161191890



UMROH AWAL MUSIM 1447/2026
Wafizs Al-Amin Centre Bekasi

KEUNGGULANNYA :
 3 Kali Manasik
4 Kali Umroh Dengan 4 Tempat Miqot
 Free Perlengkapan
Free Bermalam Di Hotel TRIDENT Jeddah. 

KEBERANGKATAN  :
05 JULI 2026
 Pukul 14.00 Pelepasan Di Yayasan Wafizs Al-Amin Center & Sholat Ashar Berjamaah
 Pukul 19.00 Kumpul di Bandara Soekarno Hatta (Lounge @Zukafia) 
Pukul 00.40 Take Off to Jeddah 
 Pukul 06.40 Tiba di Bandara King Abdul Azis Jeddah. 

KEPULANGAN  :
14 JULI  2026
Pukul 09.00 wib Tiba di Bandara Soekarno Hatta

#Follow US :
________
Media Sosial Yayasan Wafizs Al-Amin Center

Instagram : wafizscenter & @adjienung
Facebook  : Wafizs Al-Amin Centre & Adjie Nung 
Youtube     : Wafizs Center & Nur Anwar Amin
Tiktok        : @kbihu_wac & @adjienung

Informasi Pendaftaran Haji dan Umroh WA : 085778141993 - 08161191890 - 081584282565

Wafizs Al-Amin Centre 
“Berbagi Cahaya Di Atas Cahaya”

KABAR GEMBIRA...
Bagi Anda Yang Ingin BERANGKAT HAJI REGULER di Tahun 2027
SILAHKAN BERGABUNG....
Bimbingan Manasik Reguler
Dibimbing Langsung Oleh : Ustadz KH. Nur Anwar Amin,Lc Pim. Yayasan Wafizs Al-Amin Center

Bisa BERGABUNG Bagi Anda Yang :
- Porsi Hajinya di tahun 2027
- Porsi Haji Kabupaten & Kota Bekasi
- Porsi Haji Mandiri
- Belum terdaftar di KBIHU Manapun
- Sudah terdaftar di KBIHU namun ingin Bimbingan Manasik Haji
- Rencana mau BADAL HAJI
- Rencana Mau Ibadah Umroh

JOIN US :
> Pembimbing Profesional
> Info Haji Terupdate
> Pelayanan Nyaman & Dilayani
> Lengkap Teori, Praktik Haji & Umroh & Senam Sehat
WA : 08161191890


YUUUK TUNAIKAN ZAKAT
"Sucikan Harta, Bahagiakan Dhuafa"
UPZ BAZNAS Wafizs Al-Amin Centre Menerima & Menyalurkan : 
Wakaf, Infaq, Zakat dan Sedekah
#Melalui Transfer Ke Rekening :
BSI : 711 7824 823
Mandiri : 156 00 1497 0331
BNI : 0814 1068 54
a.n. Yayasan Wafizs Al-Amin Center. 
Contact UPZ Wafizs Al-Amin Center WA :
08161191890

#Follow US :
________
Media Sosial Yayasan Wafizs Al-Amin Center

Instagram : wafizscenter & @adjienung
Facebook  : Wafizs Al-Amin Centre & Adjie Nung 
Youtube     : Wafizs Center & Nur Anwar Amin
Tiktok        : @kbihu_wac & @adjienung

Informasi Pendaftaran Haji dan Umroh WA : 08161191890 

Wafizs Al-Amin Centre 
“Berbagi Cahaya Di Atas Cahaya”