Khutbah Jumat (Edisi 174) Tema : “BERDO’A DAHULU BARU BERUSAHA”
khutbah-jumat
Wafizs
Al-Amin Center
“Berbagi Cahaya Diatas Cahaya”
Khutbah Jumat (Edisi 174) Tema :
“BERDO’A
DAHULU BARU BERUSAHA”
Oleh : Nur Anwar Amin (adjie nung)
Alumni Universitas Al-Azhar Mesir, Alumni Pondok Pesantren Attaqwa KH.Noer Alie
Bekasi dan Ketua Yayasan Wafizs Al-Amin Center Bekasi. Mohon Kirim
Donasi Anda : Zakat, Infaq, sedekah & Wakaf untuk Pembangunan
Asrama Yatim & Dhuafa ke No. Rek.7117.8248.23 (BSI) a.n. Yayasan Wafizs
Al-Amin Center. Donasi Anda sangat membantu meringankan beban mereka.
WA : +628161191890
klik aja adjie nung di Link YouTube, Instagram & Facebook
Khutbah ini disampaikan di Masjid JAMl’ NURUSSALAM Pondok Kelapa Kavin, Kota
Bekasi. Jumat, 21 Maret 2025 M/21 Ramadhan 1446 H.
مَعَاشِرَ
الْمُسْلِمِيْنَ رَحِمَكُمُ الله
Setiap
orang pasti ingin tercapai obsesi dan cita-citanya, untuk mewujudkannya itu
perlu diawali dengan doa baru usaha atau usaha dulu baru berdoa atau malah
sambil berdoa sambil usaha. Dalam ajaran agama islam itu berdoa terlebih dahulu
baru usaha. Kenapa? Karena :
(1).
Allah itu selalu menjadi prioritas dalam semua keadaan. Seperti ketika Nabi saw
mengutus Muadz bin Jabal ra ke negeri Yaman, Rasulullah saw berpesan
kepadanya dengan bersabda,
إِنَّكَ تَقْدُمُ عَلَى قَوْمٍ مِنْ أَهْلِ
الْكِتَابِ. فَلْيَكُنْ أَوَّلَ مَا تَدْعُوْهُمْ إِلَى أَنْ يُوَحِّدُوا اللهَ
تَعَالَى
“Sesungguhnya
engkau akan mendatangi satu kaum dari Ahli Kitab. Maka, jadikanlah dakwah
pertama yang engkau serukan kepada mereka adalah agar mereka mengesakan Allah" (HR. Bukhori Muslim).
(2).
Allah itu selalu Membersamai HambaNya.
وَهُوَ مَعَكُمْ أَيْنَ مَا كُنْتُمْ ۚوَاللَّهُ
بِمَا تَعْمَلُونَ بَصِيرٌ
“Dan
Dia bersama kamu di mana saja kamu berada. Dan Allah Maha Melihat apa yang kamu
kerjakan.” (QS. Al-Hadid: 4).
(3).
Allah itu Maha Penerima Doa.
وَإِذَا سَأَلَكَ عِبَادِي عَنِّي فَإِنِّي
قَرِيبٌ أُجِيبُ دَعْوَةَ الدَّاعِ إِذَا دَعَانِ فَلْيَسْتَجِيبُوا لِي
وَلْيُؤْمِنُوا بِي لَعَلَّهُمْ يَرْشُدُونَ
“Dan
apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, maka (jawablah),
bahwasanya Aku adalah dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang berdo’a
apabila ia memohon kepada-Ku. Maka hendaklah mereka itu memenuhi (segala
perintah-Ku) dan hendaklah mereka beriman kepada-Ku, agar mereka selalu berada
dalam kebenaran.” (QS. Al Baqarah:
186).
(3).
Imam Al-Ghazali dalam kitab Ihya Ulumuddin menganjurkan untuk membaca
doa ini ketika kita memulai aktivitas.
رَبَّنَا آتِنَا مِنْ
لَدُنْكَ رَحْمَةً وَهَيِّئْ لَنَا مِنْ أَمْرِنَا رَشَدًا
“Wahai Tuhan kami, berikanlah Rahmat kepada
kami dari sisiMu dan sempurnakanlah bagi kami petunjuk yang lurus dalam urusan
kami (ini)”. (QS. Al-Kahfi : 10).
رَبِّ اشْرَحْ لِي صَدْرِي، وَيَسِّرْ لِي
أَمْرِي
“Ya
Tuhanku, lapangkanlah untukku dadaku dan mudahkanlah untukku urusanku.” (QS. Thaha : 25-26).
Coba
perhatikan semua aktifitas kita didunia ini pasti diawali dengan berdoa
terlebih dahulu baru bekerja, bahkan islam mengajarkan berdoa sebelum dan
sesudah bekerja, diantaranya :
(1).
Mau Tidur dan Bangun Tidur.
عَنْ حُذَيفَةَ، وَأَبِي ذَرٍّ رَضِيَ اللهُ
عَنْهُمَا، قَالاَ : كَانَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِذَا
أوَى إِلَى فِرَاشِهِ ، قَالَ : ( بِاسْمِكَ اللَّهُمَّ أَحْيَا وَأموتُ) وَإذَا
اسْتَيقَظَ قَالَ : ( الحَمْدُ للهِ الَّذِي أَحْيَانَا بعْدَ مَا أماتَنَا
وإِلَيْهِ النُّشُورُ ) . رَوَاهُ البُخَارِي
Dari
Hudzaifah dan Abu Dzarr ra, mereka berdua berkata, “Apabila Rasulullah saw
ketika hendak tidur, beliau mengucapkan, ‘بِاسْمِكَ
اللَّهُمَّ أَحْيَا وَأموتُ’ (dengan menyebut nama-Mu Ya Allah, aku
hidup dan aku mati) dan apabila beliau bangun, beliau mengucapkan, ‘الحَمْدُ للهِ الَّذِي أَحْيَانَا بعْدَ مَا أماتَنَا
وإِلَيْهِ النُّشُورُ’ (segala puji bagi Allah yang telah
menghidupkan kami setelah mematikan kami dan hanya kepada-Nya kami kembali).”
(HR. Bukhari dan Muslim).
(2).
Mau Makan dan sesudah makan. Dari ‘Aisyah ra, Rasulullah saw bersabda,
إِذَا أَكَلَ أَحَدُكُمْ فَلْيَذْكُرِ اسْمَ
اللَّهِ تَعَالَى فَإِنْ نَسِىَ أَنْ يَذْكُرَ اسْمَ اللَّهِ تَعَالَى فِى
أَوَّلِهِ فَلْيَقُلْ بِسْمِ اللَّهِ أَوَّلَهُ وَآخِرَهُ
“Apabila
salah seorang di antara kalian makan, maka hendaknya ia menyebut nama Allah
Ta’ala. Jika ia lupa untuk menyebut nama Allah Ta’ala di awal, hendaklah ia
mengucapkan: “بِسْمِ اللَّهِ أَوَّلَهُ وَآخِرَهُ
(dengan nama Allah pada awal dan akhirnya)”.
(HR. Abu Daud dan At-Tirmidzi).
(3).
Segala sesuatu diawali dengan bismillah. Bismillah itu adalah doa agar segala
sesuatu yang dikerjakan bernilai ibadah dan diberkahi. Dari Abu Hurairah ra,
Rasulullah saw bersabda,
كُلُّ أَمْرٍ ذِيْ بَالٍ لاَ يُبْدَأُ فِيْهِ
بِـ : بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيْمِ فَهُوَ أَبْتَرُ
“Setiap
perkara penting yang tidak dimulai dengan ‘bismillahirrahmanir rahiim’, amalan
tersebut terputus berkahnya.”
(HR. Al-Khatib dalam Al-Jami’, dari jalur Ar-Rahawai dalam Al-Arba’in, As-Subki
dalam tabaqathnya).
Dari
Abu Hurairah ra, Rasulullah saw bersabda,
كُلُّ أَمْرٍ ذِى بَالٍ لاَ يُبْدَأُ فِيهِ
بِالْحَمْدِ أَقْطَعُ
“Setiap
perkara penting yang tidak dimulai di dalamnya dengan ‘alhamdu’, maka berkahnya
terputus.” (HR. Ibnu Majah dan Abu Daud).
Telah
dicontohkan oleh Nabi saw Nabi Sulaiman as saat menulis surat untuk penguasa
Saba’ dengan bismillah yang terabadikan dalam al-quran,
إِنَّهُ مِنْ سُلَيْمَانَ وَإِنَّهُ بِسْمِ
اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ
“Sesungguhnya
surat itu, dari SuIaiman dan sesungguhnya (isi)nya: “Dengan menyebut nama Allah
Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang.”
(QS. An-Naml: 30).
Begitu
juga Nabi saw pun memulai suratnya untuk Raja Heraklius diawali dengan
bismillah dan berkhutbah Nabi saw memulainya dengan hamdulillah.
مَعَاشِرَ
الْمُسْلِمِيْنَ رَحِمَكُمُ الله
Sebaiknya
sebelum beraktifitas mulailah dengan doa, minta kepada Allah swt agar terwujud
yang diinginkannya, karena :
(1).
Doa itu pengaruhnya besar terhadap segala sesuatu. Dari Abu Hurairah, Nabi saw bersabda,
لَيْسَ شَيْءٌ أَكْرَمَ عَلَى اللَّهِ تَعَالَى
مِنَ الدُّعَاءِ
“Tidak
ada sesuatu yang lebih besar pengaruhnya di sisi Allah swt selain do’a.” (HR. Tirmidzi, Ibnu Majah dan Ahmad).
(2).
Disebutkan dalam kitab Fiqh As-Sunnah karya Imam Sayyid Sabiq supaya doa cepat
di qobul Allah swt maka berdo’alah di waktu dan tempat mustajab, diantaranya :
1.
Berdoa di sepertiga malam. Dari Abu Hurairah ra, Nabi saw bersabda,
يَنْزِلُ رَبُّنَا تَبَارَكَ وَتَعَالَى كُلَّ
لَيْلَةٍ إِلَى السَّمَاءِ الدُّنْيَا حِينَ يَبْقَى ثُلُثُ اللَّيْلِ الآخِرُ
يَقُولُ مَنْ يَدْعُونِى فَأَسْتَجِيبَ لَهُ مَنْ يَسْأَلُنِى فَأُعْطِيَهُ مَنْ
يَسْتَغْفِرُنِى فَأَغْفِرَ لَهُ
“Rabb
kita tabaraka wa ta’ala turun ke langit dunia ketika tersisa sepertiga malam
terakhir. Lantas Allah berfirman, “Siapa saja yang berdo’a kepada-Ku, maka akan
Aku kabulkan. Siapa yang meminta kepada-Ku, maka Aku beri. Siapa yang meminta
ampunan kepada-Ku, maka akan Aku ampuni.”
(HR. Bukhari dan Muslim).
2.
Berdoa di hari jumat. Dari Abu Hurairah ra, Rasulullah saw menyebutkan tentang
hari Jum’at, lantas beliau bersabda,
فِيهِ سَاعَةٌ لاَ يُوَافِقُهَا عَبْدٌ
مُسْلِمٌ، وَهْوَ قَائِمٌ يُصَلِّ، يَسْأَلُ اللَّهَ تَعَالَى شَيْئًا إِلاَّ أَعْطَاهُ
إِيَّاهُ » وَأَشَارَ بِيَدِهِ
يُقَلِّلُهَا
“Di
hari Jum’at terdapat suatu waktu yang tidaklah seorang hamba muslim yang ia
berdiri melaksanakan shalat lantas ia memanjatkan suatu do’a pada Allah
bertepatan dengan waktu tersebut melainkan Allah akan memberi apa yang ia
minta.” Dan beliau berisyarat dengan
tangannya akan sebentarnya waktu tersebut. (HR. Bukhari, no. 935; Muslim, no.
852).
3,
Berdoa sepanjang bulan Ramadhan selama 24 jam kapan saja adalah waktu yang
mustajab. Dari Jabir bin ‘Abdillah ra, Rasulullah saw bersabda,
إِنَّ لِلّهِ فِى كُلِّ يَوْمٍ عِتْقَاءَ مِنَ
النَّارِ فِى شَهْرِ رَمَضَانَ ,وَإِنَّ لِكُلِّ مُسْلِمٍ دَعْوَةً يَدْعُوْ بِهَا
فَيَسْتَجِيْبُ لَهُ
“Sesungguhnya
Allah membebaskan beberapa orang dari api neraka pada setiap hari di bulan
Ramadhan, dan setiap muslim apabila dia memanjatkan do’a, akan dikabulkan.” (HR. Al-Bazaar. Al-Haitsami dalam Majma’
Az-Zawaid).
Dari
Abu Hurairah ra, Nabi saw bersabda,
ثَلاَثَةٌ لاَ تُرَدُّ دَعْوَتُهُمُ الصَّائِمُ
حَتَّى يُفْطِرَ وَالإِمَامُ الْعَادِلُ وَدَعْوَةُ الْمَظْلُومِ
“Tiga
orang yang do’anya tidak tertolak: orang yang berpuasa sampai ia berbuka,
pemimpin yang adil, dan do’a orang yang dizalimi.” (HR. Ahmad).
4.
Berdoa di Arofah. Dari ‘Amr bin Syu’aib dari ayahnya dari kakeknya, Nabi saw
bersabda,
خَيْرُ الدُّعَاءِ دُعَاءُ يَوْمِ عَرَفَةَ
“Sebaik-baik
do’a adalah do’a pada hari Arafah.”
(HR. Tirmidzi).
Dan
jangan lupa juga setiap selesai mengerjakan sesuatu diiringi dengan doa, firman
Allah swt,
فَإِذَا فَرَغْتَ فَانْصَبْ (7) وَإِلَى رَبِّكَ
فَارْغَبْ (8)
“Maka
apabila kamu telah selesai (dari sesuatu urusan), kerjakanlah dengan
sungguh-sungguh (urusan) yang lain dan hanya kepada Rabbmulah hendaknya kamu
berharap.” (QS. Alam Nasyrah: 1-8)
‘Ali
bin Abi Thalhah berkata, dari Ibnu ‘Abbas, ia berkata,
{ فَإِذَا فَرَغْتَ فَانْصَبْ } يعني: فِي
الدُّعَاءِ
“Jika
engkau telah selesai (dari shalat atau ibadah), maka berdo’alah.” (Tafsir Al-Qur’an Al-‘Azhim, 7: 599).
مَعَاشِرَ
الْمُسْلِمِيْنَ رَحِمَكُمُ الله
Dalam
islam mengajarkan keseimbangan antara doa dan ikhtiar harus dilakukan bersamaan
karena keduanya saling melengkapi dan mendukung untuk mencapai tujuannya, usaha
adalah bentuk ikhtiar manusia, sementara doa adalah cara untuk memohon
pertolongan dan ridho Allah swt. jika seseorang berdoa saja tanpa usaha maka itu
bohong dan sia-sia, jika berusaha tanpa berdoa maka orang itu sombong, begitu
juga ikhitiar tanpa doa dan tawakkal adalah sombong, doa tanpa ikhtiar dan
tawakkal adalah sia-sia, sehingga ada pribahasa mengatakan “malam engkau angkat
tanganmu, siang engkau angkat kakimu untuk mengejar doamu”.
الرَّجاءُ ماَ قاَرَنهُ عملٌ وِالاَّ فهُوَ
اُمْنِيَّةٌ
"Pengharapan
(Roja’) adalah sesuatu yang disertai amal perbuatan kalau tidak demikian, maka
itu hanya angan-angan (khayalan) belaka". (Ibnu 'Athoillah dalam Al-Hikam).
Begitu
juga Imam Ali berkata,
قَالَ علي اَلدَّاعِي بِلاَ عَمَلٍ كَالرَّامِي
بِلاَ وَتَرٍ
“Orang
yang berdoa tanpa diiringi ikhtiar, sama halnya pemanah tanpa busur.” (Ali bin Abi Thalib). Dan orang yang sombong
itu tempanya neraka Jahannam. Firman Allah swt.
وَقَالَ رَبُّكُمُ ٱدْعُونِىٓ أَسْتَجِبْ لَكُمْ
ۚ إِنَّ ٱلَّذِينَ يَسْتَكْبِرُونَ عَنْ عِبَادَتِى سَيَدْخُلُونَ جَهَنَّمَ
دَاخِرِينَ
dan
Tuhanmu berfirman : “Berdoalah kepada-Ku niscaya akan Ku perkenankan bagimu, Sesungguhnya
orang-orang yang menyombongkan diri dari menyembah-Ku akan masuk neraka
Jahannam dalam keadaan hina.”
(QS. al-Mu’min: 60).
Pantas
saja al-quran itu selalu mensinergikan ayat yang satu dengan ayat yang lainnya
sehingga menjadi tiga hal yang saling bergantungan yaitu (1) ikhtiar (usaha),
(2) doa, (3) tawakkal, karena itu jangan pernah lelah untuk berusaha dan jangan
lupa untuk selalu berdoa dan tawakkal karena pada hakekatnya akan dikembalikan semuanya
kepada Allah swt sebagai Maha Penentu segalanya.
وَقُلِ ٱعْمَلُوا۟ فَسَيَرَى ٱللَّهُ عَمَلَكُمْ
وَرَسُولُهُۥ وَٱلْمُؤْمِنُونَ ۖ وَسَتُرَدُّونَ إِلَىٰ عَٰلِمِ ٱلْغَيْبِ وَٱلشَّهَٰدَةِ
فَيُنَبِّئُكُم بِمَا كُنتُمْ تَعْمَلُونَ
Dan
Katakanlah: “Bekerjalah kamu, maka Allah dan Rasul-Nya serta orang-orang mukmin
akan melihat pekerjaanmu itu, dan kamu akan dikembalikan kepada (Allah) Yang
Mengetahui akan yang ghaib dan yang nyata, lalu diberitakan-Nya kepada kamu apa
yang telah kamu kerjakan'."
(QS. At-Taubah : 105).
بَارَكَ اللهُ لِي وَلَكُمْ فِي
الْقُرْآنِ الْعَظِيْمِ. وَنَفَعَنِي وَاِيِّاكُمْ بما فيه مِنَ الآيَاتِ
وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ. وَتَقَبَّلْ مِنِّيْ وَمِنْكُمْ تِلاوَتَهُ اِنّهُ هُوَ
السَّمِيْعُ اْلعَلِيْمُ. فَاسْتَغْفِرُوْا اِنَّهُ هُوَاْلغَفُوْرُ الرَّحِيْم
uanuan